Biaya Sekolah Anak Meningkat? Simak Cara Siasati Biaya Sekolah Berikut Ini


Biaya sekolah SD menjadi salah satu pembiayaan yang harus dipersiapkan dengan baik. Sebagai orangtua, Anda pasti mengharapkan pendidikan terbaik untuk sang buah hati tercinta. Sejak mereka belum memasuki bangku pre-school, dana pendidikan harus Anda persiapkan sejak dini. Hal ini penting jika Anda berharap si kecil mendapatkan pendidikan yang layak atau berniat memasukkannya ke sekolah favorit. Meski kita tahu, bahwa biaya sekolah sekarang ini meningkat tajam. Sehingga, kita pun harus siasati biaya sekolah yang meningkat dengan baik.

Dewasa ini, biaya sekolah yang meningkat drastis sejak anak mulai masuk bangku sekolah dasar tentu menjadi hal yang cukup menguras energi pikiran Anda. Nah, bagaimana cara efektif siasati biaya sekolah yang meningkat? Simak tips bermanfaat berikut ini.

1. Mempersiapkan dana tabungan khusus
Sejak anak lahir atau berusia dua sampai tiga tahun, tak ada salahnya Anda mulai memikirkan rencana jangka panjang seperti memberikan pendidikan yang layak. Misalnya anak Anda kini berusia 3 tahun, maka butuh waktu 3-4 tahun untuk masuk bangku SD.

Biaya sekolah SD tentu bervariasi dari menengah hingga kelas atas yang mematok dana lumayan mahal. Setidaknya Anda wajib memperhatikan kenaikan biaya pendidikan sekolah dasar setiap tahun.

Pastikan Anda memiliki anggaran khusus dari pemasukan untuk membiayai pendidikan mereka kelak tergantung kemampuan diri misalnya 5-10% dari nilai gaji tiap bulan. Anda bisa mempertimbangkan penggunaan dana tabungan autodebet yang akan langsung memotong dari rekening pribadi Anda.

2. Memilih investasi atau tabungan berjangka
Cara efektif menekan laju inflasi setiap tahun adalah memilih investasi dana yang bisa menghasilkan keuntungan maksimal. Anda bisa menginvestasikan dana dalam bentuk emas atau tabungan berjangka yang memiliki suku bunga lebih banyak.

Setidaknya dana yang Anda simpan bakal berkembang dibandingkan ditabung konvensional. Tentu Anda harus mempertimbangkan banyak aspek sebelum memutuskan siasati biaya sekolah yang meningkat dari tahun ke tahun.

3. Memilih asuransi pendidikan
Anda juga bisa mencoba memiliki asuransi pendidikan jangka panjang untuk si kecil. Setidaknya mengikuti program asuransi pendidikan bisa menjamin si kecil mendapatkan pendidikan yang layak sejak ia mulai masuk bangku SD nanti. Asal Anda memilih pihak asuransi yang memiliki kredibel bagus, maka ini bisa menjadi cara tepat untuk siasati biaya sekolah yang meningkat. Dengan begitu pendidikan anak pun akan terjamin cerah. 

4. Memilih sekolah dasar terbaik untuk anak
Anak adalah aset yang harus dijaga dengan baik mulai sekarang dengan memberikan pendidikan yang terbaik. Sebaiknya Anda benar-benar mempertimbangkan pemilihan sekolah dasar yang baik untuk buah hati tercinta. Siasati biaya sekolah yang meningkat dengan memilih sekolah yang pas dengan keinginan dan kebutuhan.

Anda harus mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan memasukkan anak ke sekolah negeri atau sekolah swasta. Memasukkan ke sekolah unggulan atau sekolah biasa pun sangat berpengaruh terhadap kebaikan anak serta dana pendidikan yang harus Anda keluarkan.

5. Mengetahui kadar kemampuan diri sendiri
Setelah mempertimbangkan banyak faktor dalam memilih sekolah dasar mulai metode pengajaran, jarak tempuh, kemudahan akses transportasi, fasilitas sekolah dan biaya sekolah SD yang dipatok, Anda tinggal memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri.

Jangan terlalu memaksa anak masuk ke sekolah unggulan, jika Anda sendiri tidak yakin dengan kemampuan membiayai pendidikan mereka. Tak ada salahnya mencari pinjaman dana dari pihak lain, namun Anda harus memastikan kemampuan diri untuk membayar angsuran pinjaman tersebut dengan lancar.

Biaya sekolah SD yang tidak murah mengharuskan Anda menerapkan beberapa cara siasati biaya sekolah yang meningkat di atas. Mempertimbangkan banyak hal sangat penting agar Anda tidak salah pilih sejak anak masuk bangku sekolah dasar. Tentu kewajiban Anda masih banyak sebab anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak hingga bangku perguruan tinggi. Nah, tak ada salahnya merencanakan pendidikan mereka dengan baik sejak dini, bukan?


EmoticonEmoticon