Tips Membangun Empati Pada Bayi

Meidi Info - Masa bayi adalah masa yang tepat untuk mengenalkan hal–hal paling mendasar dalam hidup ini. Seperti rasa toleransi, berterimakasih, memaafkan, hingga simpati dan empati. Jadi selain penting memperhatikan kalender perkembangan bayi, kita sebagai orang tua juga harus mulai mengenalkan sikap yang nantinya harus anak terapkan dalam kehidupannya. Tentunya, cara mengenalkannya juga disesuaikan dengan usia si kecil.

Rasa empati merupakan rasa dimana kita merasa seolah – olah menjadi dan di posisi orang lain. Seorang Psikolog, Kamila Wardana, M.Psi menyatakan, kepedulian adalah bentuk kesanggupan seseorang untuk peka akan kebutuhan dan perasaan orang lain serta turut menempatkan diri pada kebutuhan dan perasaan orang lain tersebut. 
 

Begitu penting peran rasa empati dalam kehidupan sehari – hari, itulah mengapa kita sebagai orang tua harus memahami betul apa saja tips membangun empati pada bayi.

Tips Membangun Empati Pada Bayi

Memahami Perasaan Anak
Sebagai orang tua kita dituntut untuk membangun kedekatan lebih intens dengan anak. Ini bertujuan supaya anak merasa nyaman dan nyaman dengan kita sehingga anak percaya bahwa ada banyak orang yang menyayanginya. Rutinitas menyusui juga bisa dimanfaatkan untuk lebih dekat dengan si kecil. Ya, meskipun anak belum mengerti dan bisa merespon secara lugas, percayalah, anak kita adalah anak – anak yang cerdas dan menerima setiap informasi yang disampaikan.

Cara membangun empati pada si kecil bisa dilakukan dengan memahami perasaan anak. Misalnya ketika anak rebutan mainan dengan temannya. Kita bisa mengatakan, “Adek ga suka ya mainanya dipinjam Dika? Adek ga kasian lihat Dika sedih? Kan nanti bisa gantian, kalau adek mau sharing dengan Dika, pasti Dika senang kalau sering – sering main disini. Nanti kalau adek main ke rumah Dika, Dika juga mau lo pinjemin mainan untuk adek”. 

Ini hanya contoh sederhana saja. Penguatan emosi seperti pada kasus tersebut akan menjadikan si kecil lebih peka dan mulai mengerti kalau temannya akan sedih jika tidak dipinjami mainan.

Berikan Contoh
Anak adalah peniru ulung. Sekalipun anak masih bayi, anak akan menyerap dan merekam semua informasi yang didengar dan dilihatnya. Sekilas anak terlihat biasa saja dan tetap lucu. Tapi, alam bawah si kecil sedang bekerja. Apalagi jika bayi sudah memasuki periode golden age, dimana pada periode ini anak lebih mudah menangkap apa-apa yang didapatkan dari sekelilingnya. Untuk itu, pastikan kita selalu menjadi contoh yang baik untuk anak.

Misalnya saja ketika suami terlambat pulang dari kantor dan lupa membelikan susu formula untuk si kecil. Jangan lantas kita memarahi dan manyun karenanya. Tapi sebaliknya, tetaplah tenang dan katakan pada anak: “Sayang, malam ini jangan rewel ya, kasian ayah baru pulang kerja dan harus istirahat. Nanti kalau adek rewel, ayah ga nyenyak tidurnya. Nanti pas bangun boleh ga bunda dikasih senyumnya aja?”, dan seterusnya. Sederhana sekali, tapi ini besar manfaatnya untuk si kecil. 

Ajak Anak Bersosialisasi
Sesekali ajaklah si kecil berkelilingi taman komplek. Disana anak akan bertemu dengan banyak orang yang dengan antusias menyapanya. Selama berjalan – jalan, jangan lupa untuk terus mengajak anak berinteraksi.

Dan ketika melewati tempat sampah misalnya, kita bisa menyampaikan: “Nak, ini namanya tempat sampah, jadi kalau buang sampah harus dimasukan ke tong ini ya. Kalau kita buang sampah sembarangan, nanti kasian yang bersihinnya”. Biarkan anak menerima informasi ini sekalipun si kecil hanya akan merespon dengan kedipan atau senyum lucunya. Secara tidak langsung, ini adalah salah satu cara menanamkan empati pada anak.

Demikian tadi beberapa tips membangun empati pada bayi. Mengingat anak masih bayi, jadi kita tidak perlu menuntut anak untuk langsung paham dengan apa yang kita sampaikan. Biarlah anak memahami apa yang disampaikan dengan caranya sendiri. Tugas kita hanyalah memberikan stimulus yang tepat. Dengan begitu, kelak anak diharapkan akan menjadi pribadi yang lebih peduli dengan orang lain di sekitarnya. Ketahui pula kalender perkembangan bayi agar kita lebih mudah mengikuti setiap tahap perkembangan si kecil.


EmoticonEmoticon