Waspada dengan Hewan-hewan Ini Saat Snorkeling!

Meidi Info - Snorkeling memang memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan diving, namun bukan berarti snorkeling tidak berbahaya.
Sumber gambar: tribord.co.uk
Snorkeling memang sering jadi pilihan banyak orang yang berlibur ke wisata bahari untuk menikmati keindahan alam bawah laut dan keragaman biota yang hidup di dalamnya.

Berbeda dengan diving yang harus mengantongi sertifikat.  Snorkeling dianggap lebih mudah , karena hanya di permukaan dan jika harus menyelam pun tak begitu dalam.
 
Namun bukan berarti tidak beresiko, berikut hewan-hewan berbahaya yang perlu kamu waspadai saat snorkeling yang dilansir dari National Geographic:
 
1. Ikan batu
Ikan batu (Synanceia verrucosa) merupakan spesies ikan karnivora dengan duri berbisa.
Ikan ini bisa berkamuflase seperti batu dan biasanya hidup di karang. Biasanya ikan ini berwarna cokelat atau kelabu dan memiliki beberapa semburat kuning, oranye atau merah. Panjangnya sekitar 30 hingga 40 cm.

Ikan ini termasuk salah ikan beracun di dunia, di mana pada bagian punggungnya terdapat 13 duri yang masing-masing memiliki dua kantong racun. 

Jika kamu tertusuk satu duri beracun ikan batu maka kamu bisa mengalami shock, kelumpuhan, bahkan menyebabkan kematian jaringan. Keracunan dalam dosis besar dapat berakibat fatal bagi manusia, terutama anak-anak, lansia dan orang-orang dengan sistem imun yang lemah.

Pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan saat tertusuk duri ikan batu ini yaitu dengan merendam anggota tubuh yang tertusuk di dalam air hangat. Hal ini bertujuan untuk membantu denaturasi protein dalam racun.

2. Pari
Kebanyakan pari punya satu atau lebih stinger atau lebih dikenal sebagai alat penyengat pada  pari yang berduri yang digunakan sebagai alat pertahanan diri. Panjangnya dapat mencapai 35 cm dengan dua kelenjar racun di bagian bawahnya.

Meskipun pari tidak agresif menyerang manusia, namun jika mereka tak sengaja terinjak, mereka bisa menyengat. 

Kontak dengan stinger menyebabkan trauma lokal, nyeri, bengkak, kram otot karena racun, dan kemudian dapat mengakibatkan infeksi bakteri atau jamur. Cedera ini sangat menyakitkan, meski jarang mengancam jiwa, tetapi stinger yang menembus area vital dapat berakibat fatal. 

3. Bulu babi
Bulu babi atau yang lebih dikenal dengan landak laut (Echinoidea) merupakan hewan laut berbentuk bulat, kecil dan dipenuhi duri yang dapat digerakkan. 

Babi laut biasanya tinggal di lautan dangkal hingga kedalaman 5.000 meter. Umumnya mereka berwarna kehitaman, hijau kusam, cokelat, ungu biru dan merah.

Bulu babi memiliki duri yang khas dengan panjang sekitar 1-3 cm, tebal 1-2 mm, dan cukup tajam. Pada genus Diadema yang biasa hidup di perairan tropis, durinya amat tipis dan panjangnya dapat mencapai 10-30 cm.

Duri bulu babi ini biasa menimbulkan luka yang sangat menyakitkan ketika menembus kulit manusia, namun duri tersebut tidak terlalu berbahaya jika langsung dikeluarkan.

Namun apabila dibiarkan tetap terbenam di kulit, bisa menimbulkan pembengkakan dan infeksi. 

Beberapa famili bulu babi di perairan tropis seperti Diadematidae dan Echinothuriidae dikenal memiliki duri beracun.

4. Ubur-ubur
Jika ubur-ubur di kartun SpongeBob dikenal baik dan berteman dengan SpongeBob, namun nyatanya ubur-ubur jadi salah satu hewan laut yang  paling berbahaya. 

Hewan yang termasuk dalam kelas Scyphozoa ini memiliki tubuh berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh.

Jenis ubur-ubur yang paling berbahaya adalah dari kelompok Cubozoa. Sengatan tentakelnya bisa menimbulkan kematian. 

5. Ular laut
Ular laut (Hydrophidae) merupakan anak suku dari suku ular berbisa Elapidae yang semuanya hidup di dalam laut. Bisa ular laut memiliki kekuatan 60 kali bisa ular kobra dan mengandung enzim perusak layaknya jenis ular Elapidae. 

Ular ini memiliki mulut yang sangat kecil dibandingkan ular jenis lainnya, sehingga biasanya manusia tergigit di daerah ujung jari. Ular laut menjadi ancaman bagi para penyelam karena racunnya sangat kuat. Pada beberapa kasus, penyelam yang tergigit ular laut mengalami kegagalan fungsi jantung dan meninggal sebelum sempat mencapai permukaan air. 

6. Bulu seribu
Bulu seribu (Acanthaster planci) atau juga dikenal sebagai crown of thorns seastar merupakan salah satu bintang laut terbesar di dunia. Sesuai dengan namanya, bintang laut ini memiliki banyak duri beracun di sekujur permukaan tubuhnya.

Bentuk tubuh bulu seribu pada dasarnya sama dengan bintang laut lain, dengan piringan pusat dan lengan-lengan yang menyebar. Mereka biasanya berwarna kalem seperti cokelat muda, abu-abu atau hijau. Namun ada pula yang berwarna mencolok sebagai peringatan di beberapa bagian tubuh mereka.

Bulu seribu memang tidak memiliki mekanisme untuk menyuntikkan racun, namun duri-durinya yang mengandung saponin, jenis glikosida yang dapat menyebabkan iritasi pada kelenjar lendir dan menghancurkan butir darah. Jika tertusuk, dapat menyebabkan rasa nyeri yang menyengat dan dapat bertahan selama beberapa jam, perdarahan terus-menerus karena efek hemolitik saponin, mual, dan pembengkakan jaringan yang dapat bertahan selama seminggu atau lebih.

Jika ada fragmen duri yang tertinggal di dalam jaringan kulit kita, harus dilakukan pembedahan untuk mengangkatnya demi menghindari kondisi fatal.

Jadi, saat snorkeling tetap selalu berhati-hati ya! Untuk kamu yang ingin snorkeling di pantai Bali dan sedang cari tiket pesawat serta hotel murah di Bali. Kamu bisa booking hotel online di destinasi lainnya di Reservasi.com.


EmoticonEmoticon