Tips Memilih Rumah Sakit Untuk Persalinan

Meidi Info - Masa-masa kehamilan yang berlangsung kurang lebih 9 bulan 10 hari adalah masa-masa yang sangat penting untuk sampai pada tahap melahirkan. Janin yang ada di dalam perut akan dilahirkan sebagai bayi yang ditunggu-tunggu semua pasangan suami istri. Untuk itulah sangat penting bagi ibu hamil dan keluarganya untuk merencanakan di mana akan melakukan persalinan. Sehinggga melahirkan di rumah sakit dapat berjalan lancar saat wakunya tiba. 

Selama menunggu persalinan, pemeriksaan kehamilan dilakukan secara rutin setiap satu bulan sekali. Namun jika ada keluhan, biasanya akan dilakukan pemeriksaan lebih intensif. Dokter akan memberikan vitamin untuk ibu hamil untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. 


Namun saat waktu persalinan tiba, keluarga harus siap siaga membawa ibu hamil ke tempat persalinan. Berikut adalah tips-tips untuk memilih tempat persalinan yang terbaik:

1. Pilih tempat persalinan yang paling dekat
Saat-saat akan melahirkan, ibu hamil harus segera mendapatkan pertolongan. Untuk itulah, jangan memilih tempat persalinan yang terlalu jauh dari rumah. Pilih tempat persalinan yang paling dekat dengan rumah agar memudahkan ibu hamil mendapatkan pertolongan. Entah melahirkan di bidan, atau melahirkan di rumah sakit, yang terpenting adalah memilih tempat bersalin yang paling mudah dijangkau.

Poin ini sangat penting untuk diperhatikan, jadi usahakan kita sudah survei jauh – jauh hari untuk mencari tahu tentang lokasi rumah sakit yang paling dekat dengan rumah.

2. Pilih tempat persalinan yang memiliki rujukan

Terkadang ibu hamil mengalami hal-hal yang tidak terduga saat akan melahirkan, seperti harus dilakukan operasi sesar karena kondisi ibu yang lemah atau janinnya yang lemah. Untuk itulah, jika memilih tempat persalinan di bidan, pilih bidan yang bisa memberikan rujukan ke rumah sakit.

3. Pilih rumah sakit bersalin yang lengkap
Saat melakukan pemeriksaan kehamilan, ibu hamil bisa sambil survei tempat bersalin mana yang akan dipilih, sehingga nantinya bisa memilih di mana tempat bersalin yang sangat tepat untuknya. Pastinya tempat bersalin yang lengkap fasilitasnya dan menunjang proses persalinan. Ingat ya, ajak suami untuk bekerja sama akan hal ini. Sebab kenyamanan ibu hamil penting untuk diperhatikan, termasuk kenyamanan saat persalinan nanti.

4. Memilih RSIA
RSIA adalah rumah sakit yang memberikan dukungan bagi ibu hamil untuk memberikan ASI eksklusif. Rumah sakit ini menjaid pilihan rumah sakit yang sangat direkomendasikan untuk dipilih.

5. Pilih tempat bersalin yang sesuai dengan budget
Kalau bisa bersalin secara normal di bidan, maka tidak perlu pergi ke rumah sakit, karena biayanya pasti juga akan sangat mahal. Namun jika memang harus ke rumah sakit, gunakan BPJS kesehatan atau kartu pendukung lainnya yang akan meringankan beban pembayaran.

6. Pilih rumah sakit yang handal dokter dan perawatnya
Yang dibutuhkan dalam menangani proses melahirkan bukan hanya ramah dan murah saja, melainkan keahlian si dokter dan perawat serta semua tenaga medisnya. Karena terkadang ada tenaga medis yang bersikap acuh tak acuh karena kita menikmati pelayanan dengan menggunakan kartu keringanan. Pastikan kita memilih rumah sakit yang memiliki pelayanan terbaik untuk semua pasiennya tanpa membeda-bedakan. 

Tips untuk memilih tempat bersalin ini menjadi hal yang sangat penting, sehingga saat waktu melahirkan tiba, semua keluarga bisa langsung membawa ibu hamil ke tempat bersalin yang dituju. Tips tersebut berlaku untuk ibu hamil yang akan merencanakan untuk melahirkan di rumah sakit  atau di bidan.

Waspada dengan Hewan-hewan Ini Saat Snorkeling!

Meidi Info - Snorkeling memang memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan diving, namun bukan berarti snorkeling tidak berbahaya.
Sumber gambar: tribord.co.uk
Snorkeling memang sering jadi pilihan banyak orang yang berlibur ke wisata bahari untuk menikmati keindahan alam bawah laut dan keragaman biota yang hidup di dalamnya.

Berbeda dengan diving yang harus mengantongi sertifikat.  Snorkeling dianggap lebih mudah , karena hanya di permukaan dan jika harus menyelam pun tak begitu dalam.
 
Namun bukan berarti tidak beresiko, berikut hewan-hewan berbahaya yang perlu kamu waspadai saat snorkeling yang dilansir dari National Geographic:
 
1. Ikan batu
Ikan batu (Synanceia verrucosa) merupakan spesies ikan karnivora dengan duri berbisa.
Ikan ini bisa berkamuflase seperti batu dan biasanya hidup di karang. Biasanya ikan ini berwarna cokelat atau kelabu dan memiliki beberapa semburat kuning, oranye atau merah. Panjangnya sekitar 30 hingga 40 cm.

Ikan ini termasuk salah ikan beracun di dunia, di mana pada bagian punggungnya terdapat 13 duri yang masing-masing memiliki dua kantong racun. 

Jika kamu tertusuk satu duri beracun ikan batu maka kamu bisa mengalami shock, kelumpuhan, bahkan menyebabkan kematian jaringan. Keracunan dalam dosis besar dapat berakibat fatal bagi manusia, terutama anak-anak, lansia dan orang-orang dengan sistem imun yang lemah.

Pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan saat tertusuk duri ikan batu ini yaitu dengan merendam anggota tubuh yang tertusuk di dalam air hangat. Hal ini bertujuan untuk membantu denaturasi protein dalam racun.

2. Pari
Kebanyakan pari punya satu atau lebih stinger atau lebih dikenal sebagai alat penyengat pada  pari yang berduri yang digunakan sebagai alat pertahanan diri. Panjangnya dapat mencapai 35 cm dengan dua kelenjar racun di bagian bawahnya.

Meskipun pari tidak agresif menyerang manusia, namun jika mereka tak sengaja terinjak, mereka bisa menyengat. 

Kontak dengan stinger menyebabkan trauma lokal, nyeri, bengkak, kram otot karena racun, dan kemudian dapat mengakibatkan infeksi bakteri atau jamur. Cedera ini sangat menyakitkan, meski jarang mengancam jiwa, tetapi stinger yang menembus area vital dapat berakibat fatal. 

3. Bulu babi
Bulu babi atau yang lebih dikenal dengan landak laut (Echinoidea) merupakan hewan laut berbentuk bulat, kecil dan dipenuhi duri yang dapat digerakkan. 

Babi laut biasanya tinggal di lautan dangkal hingga kedalaman 5.000 meter. Umumnya mereka berwarna kehitaman, hijau kusam, cokelat, ungu biru dan merah.

Bulu babi memiliki duri yang khas dengan panjang sekitar 1-3 cm, tebal 1-2 mm, dan cukup tajam. Pada genus Diadema yang biasa hidup di perairan tropis, durinya amat tipis dan panjangnya dapat mencapai 10-30 cm.

Duri bulu babi ini biasa menimbulkan luka yang sangat menyakitkan ketika menembus kulit manusia, namun duri tersebut tidak terlalu berbahaya jika langsung dikeluarkan.

Namun apabila dibiarkan tetap terbenam di kulit, bisa menimbulkan pembengkakan dan infeksi. 

Beberapa famili bulu babi di perairan tropis seperti Diadematidae dan Echinothuriidae dikenal memiliki duri beracun.

4. Ubur-ubur
Jika ubur-ubur di kartun SpongeBob dikenal baik dan berteman dengan SpongeBob, namun nyatanya ubur-ubur jadi salah satu hewan laut yang  paling berbahaya. 

Hewan yang termasuk dalam kelas Scyphozoa ini memiliki tubuh berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh.

Jenis ubur-ubur yang paling berbahaya adalah dari kelompok Cubozoa. Sengatan tentakelnya bisa menimbulkan kematian. 

5. Ular laut
Ular laut (Hydrophidae) merupakan anak suku dari suku ular berbisa Elapidae yang semuanya hidup di dalam laut. Bisa ular laut memiliki kekuatan 60 kali bisa ular kobra dan mengandung enzim perusak layaknya jenis ular Elapidae. 

Ular ini memiliki mulut yang sangat kecil dibandingkan ular jenis lainnya, sehingga biasanya manusia tergigit di daerah ujung jari. Ular laut menjadi ancaman bagi para penyelam karena racunnya sangat kuat. Pada beberapa kasus, penyelam yang tergigit ular laut mengalami kegagalan fungsi jantung dan meninggal sebelum sempat mencapai permukaan air. 

6. Bulu seribu
Bulu seribu (Acanthaster planci) atau juga dikenal sebagai crown of thorns seastar merupakan salah satu bintang laut terbesar di dunia. Sesuai dengan namanya, bintang laut ini memiliki banyak duri beracun di sekujur permukaan tubuhnya.

Bentuk tubuh bulu seribu pada dasarnya sama dengan bintang laut lain, dengan piringan pusat dan lengan-lengan yang menyebar. Mereka biasanya berwarna kalem seperti cokelat muda, abu-abu atau hijau. Namun ada pula yang berwarna mencolok sebagai peringatan di beberapa bagian tubuh mereka.

Bulu seribu memang tidak memiliki mekanisme untuk menyuntikkan racun, namun duri-durinya yang mengandung saponin, jenis glikosida yang dapat menyebabkan iritasi pada kelenjar lendir dan menghancurkan butir darah. Jika tertusuk, dapat menyebabkan rasa nyeri yang menyengat dan dapat bertahan selama beberapa jam, perdarahan terus-menerus karena efek hemolitik saponin, mual, dan pembengkakan jaringan yang dapat bertahan selama seminggu atau lebih.

Jika ada fragmen duri yang tertinggal di dalam jaringan kulit kita, harus dilakukan pembedahan untuk mengangkatnya demi menghindari kondisi fatal.

Jadi, saat snorkeling tetap selalu berhati-hati ya! Untuk kamu yang ingin snorkeling di pantai Bali dan sedang cari tiket pesawat serta hotel murah di Bali. Kamu bisa booking hotel online di destinasi lainnya di Reservasi.com.